Tuesday, September 25, 2012

mengapa obat diminum setelah makan

Ya Alloh, aku mohon kesehatan kepada-Mu, hilangkanlah penyakit wahai pemelihara manusia. Sembuhkanlah karena Engkaulah yang dapat menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari Engkau, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit



"Diminum sesudah makan ya pak!" Begitula ungkapan seorang dokter kepada seorang pasien pada saat memberikan obat. Sebagian dari anda ada yang belum tahu mengapa minum obat harus sebelum dan setelah makan.

 

(1) Beberapa obat dapat menyebabkan mual atau muntah sebagai efek samping.

Oleh karena itu lebih baik untuk diminum setelah makan untuk mengurangi efek samping ini. Contoh meliputi:
  1. Allopurinol (obat yang diresepkan untuk gout, pada awal kemoterapi dan kondisi lainnya).
  2. Bromocriptine (obat yang diresepkan untuk penyakit Parkinson dan kondisi lainnya).
  3. Madopar (Co-Beneldopa) (obat yang diresepkan untuk penyakit Parkinson dan kondisi lainnya).

(2) obat Iritan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, lambung peradangan atau bisul sebagai efek samping.

Mengambil obat setelah makanan akan membantu mengurangi efek iritasi nya. Makanan seperti biskuit atau sandwich atau segelas susu biasanya cukup. Contoh meliputi:
  1. Aspirin.
  2. Non-steroid Anti-inflamasi Obat misalnya diklofenak, ibuprofen (obat-obatan yang membantu untuk mengurangi peradangan atau pembengkakan yang diresepkan untuk rheumatoid arthritis dan masalah sendi lainnya).
  3. Steroid misalnya prednisolon, deksametason (obat yang diresepkan untuk berbagai kondisi termasuk asma, rheumatoid arthritis, penyakit Crohn dan selama kemoterapi).

(3) Antasida misalnya Gaviscon, diambil untuk mencegah mulas, refluks atau gangguan pencernaan.

Hal ini biasanya terjadi ketika asam diproduksi sebagai makanan masuk perut Anda. Oleh karena itu, manfaat yang paling diperoleh dengan mengambil antasid segera setelah atau di tengah makan.

(4) Obat yang bekerja pada mulut atau tenggorokan tidak boleh digunakan sebelum makan.

Persiapan seperti obat kumur, nistatin cair dan gel miconazole untuk sariawan, dan persiapan untuk bisul mulut harus digunakan setelah makan. Hal ini karena makan makanan mencuci obat hilang terlalu cepat.

(5) obat-obatan tertentu memerlukan makanan di lambung dan usus bagi mereka untuk diserap ke dalam aliran darah dengan benar.

Sebagai contoh, obat-obatan HIV ritonavir, saquinavir dan nelfinavir.

(6) Obat untuk diabetes, jika diambil melalui mulut, biasanya harus diambil di sekitar waktu makan untuk mengurangi kadar gula darah setelah makan, dan untuk menghindari hipoglikemia (gula darah sangat rendah).

Namun, ada pula yang dikonsumsi sebelum makan, beberapa saat makan, dan beberapa kemudian ikuti instruksi yang diberikan kepada anda.



Ada beberapa alasan mengapa obat diberikan sebelum dan setelah makan bahkan ada yang bersamaan saat makan serta waktu-waktu tertentu seperti sebelum tidur.

Pertama, obat mempunyai tingkat keasaman, seperti yang biasa anda ketahui  zat atau obat yang 'berpangkat' HCl atau asam yang lainnya harus diminum setelah makan, karena kalau sebelum makan keadaan lambung kita masih aktif mengeluarkan asam lambung. So, jika obat diminum sebelum makan lambung akan semakin asam, yang ada malah mengiritasi lambung kita. Sebalknya jika obat bersifat basa akan diberikan sebelum makan.

Kedua, semua obat dapat diserap dalam kondisi tertentu, ada yang diserap dalam suasana asam dan ada pula yang dalam keadaan normal (setelah makan) dan sebagainya.

Ketiga, obat yang ditujukan untuk sasaran tertentu, contohnya obat diabetes ada yang diminum satu jam sebelum makan, satu jam setelah makan dan saat makan. Jika obat diminum beberapa saat sebelum makan, karena kerja obat itu sendiri yang aktif saat glukosa (gula) tinggi dalam darah yang disesuaikan dengan waktu puncak aktif obat dalam tubuh. Logikanya, obat mempunyai puncak aktif satelah 3 jam diminum, sedangkan glukosa bisa mencapai kadar tinggi dalam darah kurang lebih 2 jam, jadi (3 jam - 2 jam = 1jam). Begitu juga dengan obat yang diminum 1 jam setelah makan. Ada juga obat kolesterol yang harus diminum sebelum tidur, ini dikarenakan sistem tubuh yang berkaitan dengan penyakit tersebut aktif saat malam hari maka harus dinonaktifkan.

Keempat, obat infus diberikan tidak melihat apakah orang sudah atau belum makan. Ini karena obat langsung dimasukkan ke pembuluh darah dan langsung menuju sasaran dalam waktu yang singkat, tentunya tidak melihat asam atau tidaknya kondisi lambung.
Obat bisa berefek positif jika sudah melewati beberapa tahapan, mulai dari pemasukan, penyerapan, peredaran dalam darah, dan mengenai sasaran yang akan dituju, kemudian bisa berkurang efeknya saat melalui penyaringan di hati ataupun di ginjal. Dalam proses tersebut tidak serta-merta tanpa hambatan, dan hambatan terbesar adalah saat proses penyerapan. Karena interaksi dengan zat lain seperti makanan dan kondisi pencernaan bisa menghambat atau malah mempercepat penyerapan.
 Bagaimana kalau minum obat yang diminum tidak sesuai dengan waktunya? Misalnya obat yang seharusnya diminum setelah makan tetapi diminum sebelum makan. Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, ini masalah kepatuhan dalam mengkonsumsi obat, jiaka ingin cepat sembuh ikutilah aturan pakai.